Kamis, 14 Maret 2013

Overland Menuju Pulau Kanawa (part 1)



   Berawal dari browsing pantai-pantai dan pulau-pulau yang cantik dan masih alami sekali di sekitar proponsi Nusa Tenggara Timur, akhirnya saya menemukan artikel yang membahas tentang pulau Kanawa dengan luas 32 hektar. Pulau Kanawa masih dikategorikan bagian dari Labuan Bajo, Flores Barat, karena akses menuju kepulau Kanawa hanya bisa dari Labuan Bajo. Kanawa Island merupakan private island yang dikelola oleh orang asing yakni Italy. Sungguh ingin rasanya ke pulau Kanawa, dan saya baru menyadari bahwa di NTT sendiri ada private island yang sungguh cantik (lihat foto dari artikel).


   Melihat foto-foto yang sungguh cantik tentang pulau Kanawa dari seorang teman BPI (Backpacker Indonesia) yang memang saat itu sedang datang ke Kupang. Kak Annet berhasil menambah semangat saya untuk menginjakan kaki dan menikmati keindahan ciptaan Tuhan di pulau Kanawa tersebut.

    Dengan uang yang pas-pasan saya memberanikan diri untuk pergi ke pulau Flores untuk pertama kalinya. Jelas saya tidak sendirian ke Flores, Dr. Yohanes dan kak Annet menjadi teman jalan saya. Ini pengalaman pertama saya ke Flores, tapi tidak untuk kedua teman saya :).


Bernarsis ria bersama ka Annet

Tetap eksis walau panas

Background bukit di Ende ciri khasnya


   Tanggal 24 Oktober 2012, burung besi menghantarkan kami ke bandara H. Hasan Aroeboesman Ende, dan kami menlanjutkan perjalanan dengan overland ke Labuan Bajo, Manggarai Barat. 

  Pantai berpasir hitam dengan ombak yang kecil menghiasi sepanjang jalan dari Ende – Bajawa, bahkan pantai dengan bebatuan warna hijau semakin memanjakan mata dengan ciptaan Tuhan yang indah ini.

 
Jalan raya Ende-Bajawa

   Resiko overland ya banyak memakan waktu di jalan dan dan menginap di Bajawa dan Labuan Bajo adalah pilihan yang terbaik secara kami menggunkan bus dan travel yang jadwalnya susah di prediski sampai. Tapi tetap menikmati perjalanan karena pemandangan yang masih segar dan alami, indah sekali Flores ini.



   Sempat kami pergi ke sumber air panas yang sekaligus pemandian air panas di Soa, Bajawa. Sayang saat kami pergi hujan turun, jadi tidak bisa mengabadikan dalam gambar :).  Cukup untuk saya berendam 20 menit, karena badan saya sudah merasakan rileks dan lemas. Rasa letih slama perjalanan dari Ende – Bajawa di bus hilang seketika. Begitu nyama sekali berendam di Soa. Tapi kalau berendam lama-lama juga yah bisa pingsan :) karena badan semakin lemas. 

Dalam perjalanan ke Soa
   Gunung Ine Rike menjadi pemandangan indah di pagi hari dalam perjalanan ke Ruteng dan lanjut ke Labuan Bajo.
Dunung Inerie
   Akhirnya tanggal 25 malam kami tiba juga di Labuan Bajo, Manggarai Barat, yang terkenal sekali dengan binatang langka yang wajar bila disebut salah satu keajaiban dunia yaitu Komodo. Malam itu kami menginap di hotel dipinggir pantai dekat dengan pelabuhan, agar esok harinya dengan mudah untuk menyebrang ke pulau Kanawa. Akhirnya badan bisa diluruskan dan mengumpulkan tenaga untuk Kanawa esok hari.
Pelabuhan Labuan Bajo saat malah hari

Bersambung...
 ***


=>Maaf kak Annet dan Dr. Yohanes ku pake hasil fotonya .. makasih :)
 

1 komentar: