Kamis, 06 Juni 2013

Pulau Kera di teluk Kupang, NTT bag 2

    Pulau Kera..  sedikit lagi saya dan teman-teman saya akan menginjakan kaki untuk pertama kalinya.. :)




Pulau Kera
Wellcome to Kera Island

Menara selamat datang


Pantai yang jernih banget, ga sabar buat nyebur


    Kedatangan kami disambut air yang jerih sekali dan dangkal…..  sudah tidak sabar untuk berenang.

Kak Anet langsung nyebur


   Pasir di pantai ini sedikit berwarna merah muda karena pecahan karang berwarna merah. Tidak ada pohon besar dan tidak ada bale-bale ataupun pondok untuk berteduh. Panas sekali di Pulau Kera ini. Hanya ada pondok tempat bekas menjemur rumput laut, dan atapnya juga hanya sebagian yang masih baik.

Tempat berteduh dari sinar langsung matahari

    Waktu yang ada kami manfaatkan untuk menikmati keindahan Pulau Kera ini. Kamera yang saya bawa pun tidak mau kalah untuk mengabadikannya.


Pasir yang sedikti berwarna pink



Bermain bersama angin 


Bersantai diatas butiran pasir



Berjemur (padahal kulit udah gelap) :D


   Setelah puas bermain dan mengabadikan foto-foto di Pulau Kera, saya dan teman-teman meninggalkan pulau ini dengan cinta.

LOVE


  Hingga matahari terbenam menyambut kami setibanya kami di pelabuhan Oeba, Kupang.

Sunset at Oeba, Kupang


***

Keliling NTT dengan Tiket Pesawat Rp 79.999 ,-

   Hal yang paling dinanti oleh semua orang saat traveling adalah TIKET PROMO entah itu tiket pesawat ataupun kapal laut. Saat terdengar berita kalau salah satu maskapai penerbangan memberikan harga promo dibawah harga standar dan sangat-sangat miring, semua orang pasti akan berebut untuk mendapatkan tiket promo. Saya salah satunya, sejak terjangkit virus untuk traveling ala backpacker dan bergabung di Forum Backpacker Indonesia, saya semakin sering untuk mencari tiket promo agar bisa ngetrip bersama teman-teman dari BPI. Tapi sayang saya selalu tidak pernah mendapatkan tiket promo untuk sampai ke pulau Jawa, karena dari Kupang jarang ada tiket promo. Yah, mungkin kali ini saya belum beruntung. 

   Tapi saya merasa saya adalah orang yang sangat beruntung karena bisa menginjakan kaki di daratan NTT. Dari dulu saya ingin sekali bisa keliling NTT (mumpung saya masih stay di Kupang), tapi selalu saja ada halangan yang mengurungkan niat saya, entah itu waktu yang tidak ada atau pun dana yang tidak ada.
Dimasa-masa smester akhir perkuliahan, baru saya bisa mewujudkan salah satu impian saya menjelajahi daerah yang menurut kebanyakan orang yang tinggal di Indonesia bagian barat, salah satu daerah dengan biaya hidup yang mahal, NTT.

  Menjelang penutupan tahun 2012, salah satu maskapai penerbangan perintis Trans Nusa memberikan keringan untuk para penumpangnya dengan memberikan penawaran harga tiket promo Rp 79.999,- Untungnya maskapai ini hanya melayani penerbangan domestik khususnya daerah NTT, Makassar, Bali, dan Lombok. Periode pembelian tiketnya hanya 10 hari dan untuk penerbangan dari tanggal 7 Januari 2013 - 16 Maret 2013, dan untuk pembelian tiketnya hanya bisa dibeli di kantor pusatnya.
Saya tidak akan melewati kesempatan yang langka ini. Saya juga mengajak teman-teman saya untuk ikut membeli, namun hanya beberapa orang yang percaya kalau maskapai penerbangan itu benar-benar memberi harga promo. Karena, maskapai ini cukup dikatakan lumayan mahal untuk setiap tiketnya, secara maskapai ini hanya melayani penerbangan disekitar daerah NTT.

  Di hari pertama penjualan, saya datang pukul 08.00 wita,  sungguh ramai sekali orang-orang yang mengantri untuk mendapatkan tiket pesawat murah itu,  dan saya sendiri mendapatkan no antrian ke 78 wah kapan no antrian saya dipanggil.
dan pukul 11.29 wita akhirnya tiba juga pada no antrian yang saya pegang. Akhirnya saya bisa mendapatkan 9 tiket dengan harga @ Rp79.999,-  untuk 5 daerah di NTT termasuk Makassar, Bali dan 3 daerah di NTT yang belum saya datangi. Namun saya masih membutuhkan tiket utuk pulang dan tiket untuk teman-teman saya.
Saya memberanikan diri keluar dan masuk kantor-kantor Travel agent di kota Kupang, dan saya mendapatkan lagi 7 tiket untuk saya dan teman saya.

   Akhirnya saya bisa menikmati sebagian dari daerah NTT untuk saya jelajahi. :) walau sempat ada 4 daerah yang batal saya jelajahi karena bertabrakan dengan jadwal ujian saya yang mendadak. 
Tapi saya sangat cukup puas dengan kebaikan Trans Nusa untuk memberi tawaran pada calon penumpangnya dengan harga terjangkau.


***

Pulau Kera di teluk Kupang, NTT bag 1

1354698090219187841
Pulau Kera dari Google Earth


   Dari awal saya datang ke kota ini 4,5 tahun lalu, saya selalu melihat pulau kecil di bagian tengah teluk kupang antara  kota kupang  dan  kecamatan Selamu, kabupaten Kupang.  Pulau Kera, orang-orang menyebutnya. Pulau kecil yang berpasir putih, selalu dapat dilihat dari sepanjang pantai kupang dan dari daerah depan rumah jabatan walikota Kupang.

   Pulau Kera? Pikir saya beberapa tahun lalu adalah pulau yang banyak dihuni kera = monyet. Tapi pikiran saya salah. Pulau berpasir putih itu disebut Pulau Kera yang berari Penyu atau Kea.

   Saya berencana dari jauh hari selalu gagal ke kupang Kera. Dan akhirnya tanggal 25 nov 2012, saya akan menginjakan kaki di pulau yang berhahun-tahun saya hanya bisa pandangi dari tepi pantai Kupang. Saya, dan 3 teman saya , yaitu kak Ary, kak Anet, dan Ka Niar. Ide ke pulau Kera hanya terlintas satu malam dan berhasil. Kami berempat berangkat ke pulau Kera menggunkan perahu body yang kami sewa dari salah satu nelayan di Oeba.

13546984142075331575
Cuma bisa berdiri diatas perahu karena miring



  Perjalanan kali ini membuat saya parno. Perahu body ini berbentuk U yang membuat perahu goyang kekiri dan kekanan (secara saya tidak bisa berenang). Setelah beberama menit mengumpulkan keberanian, akhirnya saya berdiri di paling depan kapal dan menjadikan  tiang lampu dari kayu sebagai penyanggah saya.




  Perjalanan dari Oeba, Kupang ke Pulau Kera kami tempuh sekitar 20-30 menit. Hampir sampai teriak ku dalam hati, sungguh indah pulau kecil ini.

1354698595524937753
Pulau Kera
1354698855960720774
Tetap narcis walau takut

   Dan Jernihnya air laut di Pulau Kera membuat kami tidak mau langsung menginjakan kaki di pasir putihnya.


13547005181015520841
Airnya jernih banget
   Sambil mencari spot untuk snorkeling kami menghampiri perahu nelayan yang sedang memancing (siapa tau dapat ikan geratis hehehe… :)


1354699095685567302
Mendekari perahu nelayan yang sedang memancing
1354699165998068153
Dapat ikan masih hidup, walau cuma 1


  Dan benar, kami dapat ikan gratis… tapi sayang, bapak-bapak nelayan itu baru saja memulai mancing dan kami dapat ikan kecil. Tapi gak apa-apalah.. toh gratis juga.. :)

  Saatnya snorkeling dimulai, diantara kami berempat hanya dua orang yang membawa alat snorkeling , jadi ganti-gantian deh..

1354700673843054379
Kak Niar menikmati indahnya bagian bawah pulau Kera



1354699600669890069
Siap-siap turun ke bawah




  Saya siap untuk turun walau tanpa fins dan life jacket, kali ini saya memberanikan turun ke air dan menikmati indahnya dunia bawah air di Pulau Kera.




13547007711059845007
Tenang dan walau tanpa life jacket


  Lucu…. Bisik saya dalam hati. Ikan-ikan di bawah benar-benar lucu dan cantik. Walau koralnya belum terlalu bagus karena baru tumbuh, konon dulu laut di Pulau Kera ini pernah di bom ikan, dan sekarang koral-koral baru mulai bertumbuhan dan mulai dijaga.

  Sudah waktunya saya berganti alat snorkeling dengan teman yang di atas perahu.

1354700867531008926
:)

  Kak Anet memperbaiki posisi maskernya, sudah pas dan dimulailah petualangan bawah air, tidak puas melihat kebawah, bersantai di atas air adalah pilihan yang bagus juga..
1354701159583012653
Kak Anet siap-siap untuk snorkling
13547012241400051575
Berjemur diatas air
  Matahari sudah di atas kepala dan rasa lapar pun mulai menuntut untuk diisi. Satu persatu dari kak Niar dan disusul kak Anet naik keperahu, saya hanya bisa menahan nafas, saat perahu miring ke kiri dan ke kanan. Walau saya takut, tetap kamera saya sempat mengabadikan menangkap dua duyung hitam. Hehehe…..  :)

13547013032087758478
Kak Niar naik ke perahu
13547013531685435151
Kak Anet naik keperahu

   Setelah puas menikmati bawah laut pulau Kera, saatnya menikmati pasirnya pulau Kera. 


Bersambung...

***