Minggu, 26 Januari 2014

Dari Museum 1000 Moko - Pantai Batu Putih, Alor, Bag 5

   Masih ada waktu dan ternyata masih banyak banget pantai yang belum kudatangi di Pulau Alor. Gak usah jauh-jauh, kepala burung pulau Alor, belum semuanya kudatangi.

   Hari ini, cuaca sungguh terang dan sangat-sangat bersahabat, beda dengan kemarin saat ku pergi ke pantai batu putih, langit benar-benar tidak bersahabat. Tidak, tepatnya tidak berteman sama sekali. 

   Mungkin terhipnotis dengan cantiknya biru laut dan alamnya yang masih alamai sekali, ku tidak terlalu banyak aktivitasku mengabadikan semua dalam bentuk foto. Jadi harap maklum kalau foto yang ku posting tidak terlalu banyak.

   Sebelum ke pantai, museum 1000 Moko adalah tujuan pertama yang letaknya sangat mudah ditemukan dan tepat sekali dipinggir jalan raya, yaitu di jl. Diponegoro masih di kota Kalabahi.

   Di dalam museum inilah ku melihat sejarah dan beranekaragam budaya yang dimiliki masyarakat Alor menjadi satu. Moko sendiri adalah sebuah nekara peninggalan sejarah yang menjadi mahar. Dan harga Moko ini sendiri bisa mencapai 30-50 juta. Mahal yah, itu satu buah loh. Gimana kalau keluarga meminta mahar 6 Moko? What? nyari dimana??? Barangnya dan uang untuk membelinya. Moko sendiri sudah sangat sulit ditemukan. Moko sendiri selain sebagai mahar, menjadikan cermin untuk menentukan status sosial masyarakat Alor itu sendiri. Waaah... 

Moko




Peninggalan Cina

Alat musik tradisional

Samurai peninggalan Jepang

   Selain Moko yang dipajang, kain tenun ikat juga dipajang, bahkan kain dari India pun adaloh. :D Ternyata dulu Alor ini menjadi lintasan dari beberapa negara untuk berdagang. Singkat cerita begitu yang aku baca dari buku tetang museum 1000 moko yang diberikan. Uniknya adalah hampir 80% yang ada di dalam museum ini adalah milik warisan orang cina yang tinggal di Kalabahi.

Kain tenun ikat Alor Pantar

   Mengisi buku tamu kulakukan diakhir tour museum ku dan bapak yang menemani sungguh ramah dan baik sekali. :)

  Melanjutkan perjalanan kepantai pertama ke arah bandara. Sepertinya semua pantai di Alor ini tepat di pinggir jalan. Warna birunya sungguh memancing ingin segera nyebur. Tapi perjalanan masih panjang dan jauh, maka cukup berhenti dan menikmatinya. Dikiri jalan terdapat batu-batu besar seperti goa. 



   Tidak jauh dari sana, tibalah kami di pantai Moimol. Ini adalah pantai wisata dan sering dikunjungi. Terlihat dari penataan tempat duduk dipinggi pantai. Ada lagi keunikan yang kutemukan dari sini. Pasir pantai yang terlihat kontras perbedaannya. Pasir hitam dan pasir putih.

Pantai Moimol

   Lanjut kepantai selanjutnya. Pantai Mali. Ini lokasinya dekat dengan bandara, dan aku hanya melihat dari atas motor, mungkin karena hampir sama dengan pantai Moimol, bahkan tidak terlihar pantainya karena ditutupi pohon-pohon tinggi.

   Singgah di rumah teman di Mali, bercengkrama dengan keluarga akhirnya aku diajak ke belakang rumah untuk melihat secara langsung pohon kenari dan wow besar sekali. Tapi menurut bapa, pohon itu masih kecil, ada yang 2-3 kali lipat besar dan tingginya. 

Mengumpuli biji kenari yang jatuh

  Mengumpuli kenari yang jatuh aktifitasku sebelum berangkat kepantai lain. Disini kubelajar cara memecahkan biji kenari yang sangat-sangat keras dan butuh teknik. Bahkan harus menggunakna batu yang ada sedikit cekungan untuk dijadikan tempat memecahkan biji kenari untuk mengambil kacang kenarinya. Untuk orang lokal biasanya menyebutnya titi (tumbuk) kenari.

Belajar memecahkan biji kenari


Titi biji Kenari

  Dirumah tua, atau gudang orang-orang Alor menyebutkan ku berusaha keras untuk memerahkannya. Tapi tetap saja, selalu gagal. Mungkin dari 10 kali percobaan hanya 1 kali berhasil dengan kacang yang tidak pecah, dan 2 kali berhasil dengan kacang yang sudah hancur. Sedangkan kalau beli di pasar tradisional kacang kenari dijual dengan harga Rp. 40.000,- /kg dan itu kadang sudah tidak segar lagi.

   Kami berenam akhirnya melanjutkan perjalanan menuju ke pantai batu putih sebagai tujuan terakhir dari perjalanan ini. 

   Oh iya, lebih baik saat masih di Kalabahi membeli nasi bungkus atau roti dan air minum, karena kios terakhir ada di pintu masuk bandara. Dan untuk harga air minum botol besar saja Rp. 8.000,- itu mahal. Tapi mau gimana lagi, aku lupa membelinya di kota.




  Dari ketinggian, akan terlihat lintasan bandara tepat dipinggir pantai, dan terlihat pasir putih yang panjang menghubungkan ke pulau Sika. Bila air laut surut, dengan berjalan kaki saja sudah bisa menyebranginya. Yah bisa dibilang, surut menjadi padang pasir, pasang menjadi lautan. :)

Pulau Sika

Lintasan bandara

   Jalan yang dilalui lumayan juga membuat pantat mulai tidak terasa nyaman, karena jalan yang rusak dan sempit. Tapi semua terbalas dengan keindahan disebelah kanan jalan. Sungguh cantik sekali.

   Aku berhenti di pinggir jalan dan diketinggian ini sungguh cantik dibawah sana. Gradasi yang menggoda. Air laut yang tidak bisa kutemukan ditempat lain. Sungguh Alor terkenal dengan lautnya yang cantik, saat kedua mataku sudah membuktikannya sendiri akhirnya kupercaya apa yang selalu teman-teman asal Alor membagakan kecantikan lautnya.

Gradasi warna yang menggiurkan

    Aku saja yang bukan orang Alor sangat bangga dengan kekayaan alam yang dimiliki, sungguh alam Indonesia timur sungguh cantik.

    Tidak jauh dari aku berhenti tadi, akhirnya aku bisa melihat langsung pinggir pantai yang kullihat tadi. Dipantai ini, menurut teman ku, ada sumber air panas dibalik batu-batu besar sana. Aku belum membuktikannya karena berburu dengan waktu untuk menemani teman-teman lain survey lokasi penelitian.

View dari kiri kuberdiri

View dari kanan kuberdiri 

  Jalan yang lurus-lurus walau ada beberapa yang rusak, menandakan bahwa kami sudah berada di desa Deere. Pantai Deere disini cantik dan panjang. Yang terkenal dari pantai Deere adalah pohon bakau yang ada di tengah laut. Saat air laut surut maka mudah untuk menuju kesana, tapi kalau air laut pasang, jangan coba-coba untuk jalan kesana dengan kaki. Jauh sekali.

Pantai Deere

Pohon bakau

  Hanya sebentar di pantai Deere, kami melanjutakan lagi perjalanan yang cukup lumayan juga. Tibalah kami di lokasi penelitian. Dari sinilah kami akan memulai menyusuri sungai untuk mencari batuan induk.

   Namanya juga ditempat baru, jadi kami memakai jasa pemuda setempat untuk menghantarkan kami secara dia yang lebih mengenal tempat yang akan kami tuju.

    Tunggu, ada sesuatu yang membuat ku penasaran. Pohon lontar ini berasal darimana. Karena aku sudah mengelilingi pohon beringin ini, tapi tidak kutemukan batang pohon lontar. Malah aku melihat daun lontar dan buahnya diatas, namun batannya tidak ada. Yang ada hanya batang pohon beringin yang besar dengan daun-daun yang lebat.

Pohon lontar didalam pohon beringin

Pohon yang unik

    Ternyata batang pohon lontar itu ada didalam pohon beringin. Ha? Kok bisa? huff.... Hari ini sungguh penuh dengan kejutan. Entah kejutan apa yang akan kudapati nanti setelah ini. 

   Lumayan lama juga kami menyusuri sungai dan seperti biasa mendeskripsikan batuan apa ini, apa itu. Maklum anak mahasiswa, jadi sudah tugasnya. :)

   Selesai juga. Dan mumpung masih ada sinar matahari, kami melanjutkan perjalanan untuk berenang, bermain air bahkan snorkling.

    Akhirnya tiba juga di tujuan terakhir hari ini. Pantai yang ingin sekali kudatangi karena tergiur dari foto-foto dan cerita blog teman-teman pejalan yang sudah pernah ke pantai ini. Pantai batu putih.

    Pantai ini tidak dipinggir jalan, melainkan sedikit masuk ke pemukiman nelayan. Dan wow... keren banget. warna lautnya yang hijau tosca sudah memanggil-manggil ku. Dan kali ini aku sangat tergiur untuk masuk dan menikmati bawah lautnya. Yang kudengar sungguh cantik terumbu karang disini. Dan benar sekali, sedikit ketengah dan dengan air laut yang tenang ku menikmati sekali dibawah sana. Yah walau sedikit jauh dan bisa dibilang ku hanya memfoto dan merekam menggunkan ipod touch yang sudah dilindingi dengan bingo.


Terumbu karang di Batu Putih


   Kalau dari kemarin aku mengeksplor kepal burung bagian selatan sekarang giliran mengexplore kepala burung pulau alor dari selatan sampai barat :)

   Pantai batu putih ini, terkenal karena batu diujung pantai yang berwarna putih, seperti lapisan dan sedikir berbentuk goa. Pantai ini sungguh sepi, dan memang sangat cocok untuk berenang dan bersantai. Tidak terasa panas matahari, karena terhalangi oleh tingginya batu putih.

Pantai Batu Putih

View dari kiri

View dari kanan

   Disini pasirnya berwarna hitam, tapi tertutupi oleh pecahan-pecahan karang yang menjadi pasir yang menutupi pasir hitam.

Butiran batukarang yang menjadi butiran pasir

   Mentari dari timur sana sepertinya sudah mau terbenam karena ini berada di bagian barat dan tidak bisa menikmati sunset. Maka sebelum gelap sekali, kami pulang ke Kalabahi. Walau selama diperjalanan sungguh gelap karena tidak ada cahaya listik.

Waktunya pulang

   Perjalanan hari ini benar-benar memuaskan dan banyak kejutan-kejutan yang diberikan alam, banyak pantai dengan keunikannya sendiri yang masih terjaga dengan sempurna alami. Ditambah cerita sejarah yang kupelajari dari museum 1000 Moko. 


***

Bersambung...

5 komentar:

  1. Setiap pantai di NTT bersih dan alami semua yah, semoga tetap terpelihara sebelum saya berkunjung kesana dan seterusnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk sekarang masih bersih dan alami mas semua pantainya, yah walau sudah ada yang kotor dan rusak tapi masih bisa tertutupi pantai2 yang lain.. wah wajin injak Indonesia Timur nih nih mas :)

      Hapus
  2. Hai Tinae, izin untuk menjadikan tulisan-tulisanmu yang berada di Pulau Alor sebagai referensi tulisan feature-ku yaps. Thanks for sharing! ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Anita, boleh aja yang penting sumbernya juga ditulis.
      Thanks :)

      Hapus
  3. Numpang Ijin Share gan...!! Jika ada yang berminat bisa langsung ke website kami

    Kami Waletbet hadir untuk para bettor mania sebagai Agen Judi Online , Agen Bola , Agen SBOBET dengan menyediakan produk online betting seperti SBOBET , IBCBET , 338A , 1SCASINO , ASIA8BET, BOLA TANGKASNET99 DAN BOLA TANGKAS88.

    Kami Agen Betting Online terpercaya yang beroperasi dalam dunia maya. Kami membantu para member dalam melakukan pendaftaran produk judi online , dan proses deposit withdraw dengan AKSES BANK BCA / MANDIRI / BNI DAN BRI.

    Untuk bergabung bersama kami hanya dengan melakukan pendaftaran melalui website agen di waletbet dan cantumkan data yang di perlukan di kolom register waletbet.com
    Dan dapatkan PROMO BONUS WALETBET Untuk member baru bergabung bersama kami dan juga untuk member akif kami yang bermain bersama kami di WALETBET Agen Judi Online

    Untuk bertransaksi deposit dan withdraw anda bisa konfirmasi pada CS ONLINE kami melalui akses YM , LIVECHAT , WhatsApp atau melalui kontak BBM kami yang tersedia di website kami.
    Dengan proses cepat dan CS yang ramah siap melayani para bettor mania dalam kenyamanan bermain ataupun dalam konfirmasi perihal betting pemain.

    Agen Judi || Agen Judi Online || Agen SBOBET || Agen Bola || Agen SBOBET || Agen Betting Online || Agen Casino Online || Agen Bola Online

    BalasHapus