Jumat, 03 Januari 2014

Explore Pulau Alor hari 1, Bag 3

   Baterai hp sudah dicharge full, baterai ipod touch ku juga kondisi baterainya sudah full, dan terakhir yang tidak akan pernah kulupakan saat melakukan perjalanan adalah memastikan bahwa baterai kamera DSLR Nikon ku juga full.

   Semua gadget sudah tersimpan rapi di dalam tas deuterku dan sudah tidak sabar untuk digunakan. Tidak lupa juga tenaga ku sudah dicharge dari kemarin setibanya di pulau Alor dan hari ini tanggal 21 Oktober 2013 siap untuk menggunakannya. Hahaha

    Untuk lokasi pertama yang ku datangi sambil menunggu teman-teman ku datang, pagi ini pukul 09.40 wita, aku dan Albert mengunjungi alun-alun kota Kalabahi dan yah bisa dikatakan pusat kota Alor pada jam-jam sibuk ini membuat aku cukup was-was karena tidak menggunakan helm, yah wajar saja. Kami mendapat pinjaman motor dari sepupu Albert dan itu sangat membantu kami untuk mengeksplore pulau Alor. 

    Tidak terlalu jauh dari tempat kami menginap, tibalah kami di alun-alun kota dengan ciri khas patung perjuangan rakyat. Sungguh mudah menemukan tempat ini karena terletak sangat stategis dikelilingi dari RSU, kantor-kantor pemerintahan dan yang paling mudah adalah lapangan yang sangat luas. :D

    Kota Kalabahi adalah kota dari kabupaten Alor dan sangat terkenal dengan KENARI (Kecil Elok Nyaman Aman Rapih Indah)yah itulah singkatan dari KENARI walau sesungguhnya Kenari itu adalah sejenis kacang-kacangan yang dibungkus dengan cangkang yang keras dan pohonnya sangat-sangat tinggi dan besar. 
    
Albert berpose di depan patung perjuangan rakyat

Alun-alun Kota Kalabahi


Aku dan teman-temanku

Full pose :D LOL

   Oke setelah semua teman-teman sudah berkumpul saatnya memutari kepala burung pulau Alor. Tujuan selanjutanya adalah Alor kecil, nah untuk ke Alor kecil ini cukup ditempuh dengan waktu yah kurang lebih 20-30 menit dengan sepeda motor. Tidak akan merasa bosan, karena selama perjalanan view pantai dan pulau-pulau yang ada di pulau Alor menjadi pemandangan yang wajib dan pantas untuk kita nikmati dari atas motor. Enak dan serunya menggunakan sepeda motor untuk mengelilingi kepala burung pulau Alor ini yah bisa berhenti dimanapun dan kapanpun sesuka hati kita. Seperti saat ini, kami berhenti di pantai tepat di pinggir jalan menuju ke Alor kecil dan WOW airnya jernih. Entah aku lupa nama tempat ini dan pantai ini berada di sepanjang jalan sebelah kiri jalan.

View dari Kiri

View dari kanan

   Setelah merasa puas untuk foto-foto saatnya melanjutkan perjalanan. Tibalah di Alor kecil yang sebagai pelabuhan kecil untuk menyebrang ke pulau-pulau kecil lainnya di Alor, dan salah satu yang paling terkenal adalah pulau Kepa, yah siapa yang tidak tahu atau tidak pernah mendengar pulau private yang satu ini. Pulau kecil yang dikelola oleh orang Prancis terkenal dengan La-Petite.

Pulau Kepa "La-Petite"

    Oh ia, tidak ada warung makan disana, hanya ada warung-warung kecil dan disanalah kami membeli air minum. Seharusnya membeli nasi bungkus saat masih di Kalabahi dan itu adalah suatu hal yang terlupa. 

   Tidak lama kami berhenti di Alor kecil dan melanjutkan perjalanan kami menuju tempat selanjutnya yaitu Alor besar dengan pantai yang terkenal adalah pantai Sebanjar yah dari info yang kudapat di pantai itu cocok untuk snorkling. Belum jauh sepeda motor yang kami kendarai meninggalkan Alor kecil, dari pinggir jalan kami dapat melihat pulau Kepa dan yah view untuk berfoto disini pun bagus.

Menikmati pulau Kepa dari pinggir jalan raya

Memasuki Alor besar

   Memasuki Alor besar adalah saat jalanan menurun dengan ciew yang cantik seperti foto di atas. Di alor besar inilah disimpan Alquran tua yang terbuat dari kulit kayu, sayangnya saat aku pergi kesana ku tidak sempat untuk melihatnya secara langsung.



Santai sebelum snorkling

Penambangan rakyat pasir pantai

   Hanya sebentar saja ku snorkling di pantai ini, karena ketidakmampuanku untuk berenang dan aku pun tidak berani snoekling sejauh lebih dari 5 meter dari pantai dan view bawah laut tidak terlalu bagus, sudah banyak yang rusak. Tapi teman ku yang memang orang pribumi dan snorkling sampai jauh sedikit ketengah mengatakan bahwa lebih bagus dari pada dipinggir. Arus dan air dingin pun mulai terasa dan ku mulai "takut". Yah, arus di pulau Alor ini sangat kuat dan bisa menghanyutkan apa saja. Lebih baik mencari aman dan berpindah ke pantai yang lain.

   Sayang sekali cuaca hari ini kurang bersahabat dan membuat semua hasil foto ku kurang bagus. Tapi yah emang dasarnya bukan fotografer yah, bagi ku jepret-jepret jadi dah :D hahaha

Kondisi dan view jalan menuju Kokar

    Dengan hujan sedikit rintik, kami melanjutkan perjalanan ke pantai Kokar. Yah lumayan jauh juga ke pantai Kokar ini dan tibalah kami di pasar Ikan Kokar, karena tidak sanggup lagi untuk melanjutkan perjalanan dengan kondisi perut menuntut untuk diisi makanan. Secara sudah pukul 02.30 wita kami tiba disini. Maka, pasar ikan Kokar adalah pilihan terbaik yang diambil. 

View birunya laut


    Entah aku yang jarang membeli ikan segar dipasar atau memang ikan disini sangat murah. Ikan segar ini dijual pertumpuk, dan satu tumpuk itu ada 3 ekor dengan ukuran yang cukup besar. Ikan segar ini pertumpuk Rp 10.000,- dan yah namanya juga perempuan harus menawar baru merasa puas. Daparlah 2 tumpuk ikan segar dengan harga Rp 15.000,- :D



    Pantai nelayan di Kokar memberikan warna-warni kapal-kapal nelayan dan lebih uniknya lagi adalah, saat pasang terlihat pucuk pohon bakau sedikit ketengah, dan menurut masyarakat setempat saat air laut surut, maka akan terlihat sangat jelas pohon bakau tersebut dan dapat disebrangi dengan berjalan kaki.

Pantai Nelayan Kokar

   Ikan sudah ditangan, waktunya dibakar. Nah lokasi untuk membakar ikan ini, salah seorang teman ku mengajak kami ke rumah keluarganya di Willing yang tidak terlalu jauh dari pasar ikan Kokar ini. 

    Karena rumah dekat pantai, maka kami berjalan menyusuri pantai dengan sebelah kanan kami adalah kebun milik orang dan sebelah kiri kami adalah pohon-pohon bakau. 

   
Berjalan bersama teman-teman menuju pantai :D



    Diantara kami, ada yang memang ahli dalam membakar ikan yah kami serahkan padanya. Ada yang memungut biji kenari untuk diambil kacangnya dan aku bersama Albert pun sibuk sendiri bermain air laut dan melompat dari dahan pohon bakau.


Sepupu Fredy sedang asik bermain air



Biji Kenari

     

    Sudah pukul 4.50 wita, perut sudah terisi dan tenaga pun perlahan-lahan mulai terisi saatnya kembali ke Kalabahi sebelum matahari terbenam. Karena kami ingin menikmati sunset dari Alor kecil atau pun Alor besar. Yah dapat dimana sunset yah disitulah kami berhenti dan menikmatinya. :D

Aku dan Albert siap-siap mau pulang

Bakau vs Lumut

     Wah ternyata benar sesuai dugaan, selama dalam perjalanan pulang, pemandangan air laut yang tenang, dan pulau ternate, pulau buaya, pulau pura menghiasi mendampingi mentari yang akan terbenam. Kusempatkan untuk berhenti sejenak dan mengabadikannya hingga hanya aku dan Albert yang berhenti di Alor besar untuk menikmati sunset :D. Sungguh romantis.

View dari pinggir jalan menuju Alor besar



The moment

Sunset from Alor Besar

     Malam pun tiba di kota kalabahi dan pantai Reklamasi menjadi tujuan terakhir kami untuk mengisi perut karena di pantai ini berjejer warung-warung bahkan cafe, yah bisa dikatakan sebagai pasar malam untuk makanan. 

     Sungguh puas dan bahagia hari ini bisa menikmati alam yang indah di pulau Alor, walau tubuh terasa pegal dan capek, yah semuanya terbayarkan. Entah kemana dan dimana besok kaki ini akan membawa ku untuk meninggalkan jejak. :D


***

Bersambung...

3 komentar: