Minggu, 25 Mei 2014

Underwater Kupang tidak kalah bagus, part 1

    Sebenernya aku bingung mau nulis jejak perjalanan yang mana secara cukup dan lumayan banyak juga perjalanan-perjalanan singkat yang kulakukan belakangan terakhir ini. Kalau sudah perjalanan singkat pasti tidak akan jauh dari yang namanya kosan dan dengan jarak tempuh tidak jauh, jadi sewaktu-waktu dosen pembimbing memanggil tuk bimbingan aku bisa segera pergi. Maklum status masih sebagai mahasiswa yang menanti nama belakang ada ekor gelar. 

    Sepertinya nulis tentang snorkling di Kupang bagus juga, karena itu jejak perjalanan ku yang singakat ditambah kulihat peralatan snorkling yang kubeli waktu itu, masih terdiam rapi ditempatnya dan sayang sekali bila tidak kupakai. Di Kupang memang ada spot snorkling yang biasa didatangi. Dan tempat itu juga kuketahui dari teman-teman grup "Tapaleuk Ukur Kaki" di Kupang. Awalnya sih bermodal snorkle dan mask untuk menikmati bawah laut, tapi karena sudah rusak dan aku pun tidak bisa berenang maka menabung uang dan terbelilah satu set alat snorkling yang jarang sekali kupakai. 

    Lokasi spot snorkling itu dekat dengan kosan dan tidak terlalu jauh. Terumbu karang yang ditemui hampir semua sama yaitu genus arcopora (seperti ranting-ranting) dan ikan kecil-kecil berwarna biru terang dan jenis ikan Whitetail Damselfish (Dascyllus aruanus) juga banyak dijumpai. Aku tidak faham dengan nama-nama bahkan jenis terumbu karang maka bantuan om google pun dapat membantuku. Ingin sekali mencari spot baru yang terumbu karang lebih beraneka ragam dan ikan-ikannya pun begitu. 

   Dan kali ini 13 Maret 2014, kesempatanku untuk mencari spot baru dan lokasi yang berbeda, bertiga bersama dengan Dewi dan Kadek, aku mengajak mereka ke pantai yang itu juga untuk kedua kali kudatangi selama ku tinggal di Kupang. Pantai ini tersembunyi dan temasuk susah tuk dilalui motor bahkan tuk kendaraan roda empat lebih baik diparkir di atas, karena jalan menurun yang tidak cocok dan tidak bisa untuk mobil. 

     Aku sangat yakin dibawah warna biru laut pasti ada beraneka ragam warna warni terumbu karang dan ikan-ikan cantik, tapi aku belum membuktikannya secara langsung, dan inilah waktunya. BTW Dewi dan Kadek kukenal saat mereka menghubungiku via chat di blog ini dan bertukar kontak dan disinilah kami sekarang di pantai yang akan kami nikmati bawah lautnya.

    Okeh sebenernya ini pertama kali ku masuk laut kembali setelah vakum beberapa bulan dari akhir tahun 2013 kemarin karena kabar yang menyebar ada buaya dan sudah memakan korban dan itu terbukti, maka dari situ aku tidak pernah masuk laut lagi. 

    Kadek memilih bersantai di pinggir pantai dibawah pohon mungkin dia masih merasa capek karena paru tadi pagi tiba di Kupang dari Alor dan siang matahari tepat diatas kepala dilanjutkan dengan snorkling. Maka aku dan Dewilah yang mulai bejalan perlahan dan mencari spot snorkling. Aku yang tidak tau berenang ini masih takut dan masih berusaha menenangkan hati dan berpikir "aku pasti bisa" dan "aku pasti baik-baik saja" ha ha ha sudah seperti kata-kata move on

    Saat kami datang air laut tidak surut dan tidak pasang dan termasuk tenang, jadi cocok untuk menikmati bawah laut ditambah cahaya yang masuk ke dalam juga sangat mendukung, hari yang cerah dan bersahabat.

Jalan dulu nyari spot buat snorkling


Terumbu karang di spot 1
whitetile damselfish dan terumbu katang

   Banyak rumput laut mediterania dan star fish dan kami belum mendapatkan spot yang bagus hanya satu dua terumbu karang dengan ikan whitetile damselfish yang menghiasai. Aku dan Dewi berusaha menikmati lebih dekat. Untungnya Dewi membawa kamera underwaternya dan ku sangat berterimakasih pada Dewi karena ku bisa mengabadikan bawah laut Kupang dengan jelas.

Mencoba menikmati dari dekat

Dewi snorkling seperti di kolam, jernih

     Semakin jauh aku dan Dewi berenang akhirnya mendapatkan pemandangan yang cantik di bawah birunya langit dan birunya laut. Terumbu karang yang tumbuh bagus dan cantik beraneka ragam jenis dan warna dan ikan-ikan cantik pun beraneka berenang. Ciptaan Tuhan sungguh cantik, dan spot kali ini bisa dibilang lebih bagus sedikit dari spot yang biasa kudatangi. Saat mengangkat kepala, aku tersadar sudah jauh sekali dari pasir pantai, dan ini hampir 100 meter dan itu membuat ku panik. Panik karena tidak bisa beranang dan aku mulai kehabisan tenaga, perlahan dan pasti ku kembali ke pinggir pantai dan Dewi pun menyusulku. 

Pinjem perahunya si bapak buat foto-foto :D

     Akhirnya tiba juga dipantai kecil dengan pasir putih, pantai ini terlihat bila air laut seperti sekarang atau surut, tapi pantai ini tidak akan terlihat bila air laut pasang, maka kusebutlah pantai ini dengan "hidden beach". Tidak lama kami beristirahat, terlihat sebuah kapal motor mirip kapal body datang menghampiri kami, entah apa yang akan mereka lakukan di pantai kecil ini dengan membawa karung, ternyata mereka mengambil pasir-pasir ini untuk dijadikan penyanggah kapal kalau tidak salah :D maklum aku tidak mengerti sama sekali yang berhubungan dengan itu.

Nelayan sedang mengambil pasir

     Mumpung para nelayan sedang sibuk dengan kegiatannya menggali pasir, kusampaikan maksudku hendak ikut sampai di pantai tempat Kadek tidur beristirahat.

     Sambil bercerita dan melihat kembali foto-foto hasil snorkling tadi seperti kurang puas rasanya. Karena sudah capek duluan sampe di tengah dan tidak menikmati dengan puas. Bercengkrama dengan para nelayan yang tinggal di pantai ini, yah seperti umunya percakapan pertama bertemu, dari mana? asal mana? nama siapa? tujuan apa? penelitian kah atau apa? dan bla bla bla. Susah semakin membaur dengan para nelayan ternyara salah seorang nelayan orang batak dan dia menawarkan menggunakan sampannya untuk kami pakai sampai di tengah yang ada kapal body. 

Yang nganter aku ke tengah

     Dengan bantuan adik kecil laki-laki dan seorang kakak kami bisa juga tiba di tengah tidak perlu menguras tenaga untuk berenang hingga 100 meter agar mendapatkan view yang cantik.

Star fish and corals



Warna-warni terumbu karang
Ketemu spong juga :D

     Dan ini benar-benar cantik, beda dari spot pertama kami jumpai tadi, disini lebih jernih, bersih, biru, berwarna, dan cantik. Terumbu karang yang sehat. Tidak akan kami biarkan kesempatan ini untuk menikmati dan untuk mengabadikannya dalam foto. 

Coba-coba berhasil juga

Dewi dan terumbu karang


Cara dewi menikmati bawah laut, cakep

     Walau belum puas, kami harus bergegas kembali pulang, karena Kadek dan Dewi malam akan melanjutkan perjalanan ke Atambua. 


Hayuk tak poto dulu :)
Gak lupa selfie yah :)

Dewi, Kadek, aku, bang harahap dan temannya (nelayan disini)
     Pertemuan kami membuat kubahagia, bahagia mendapatkan teman baru dan mendapatkan spot baru untuk snorkling, dan next time aku akan mengajak teman-temanku untuk menikmati cantiknya bawah laut di spot yang baru ini. 

***

4 komentar:

  1. Ini pantai yang di daerah Bolok dekat dermaga pertamina bukan? Aku pernah dikasih tau lokasi itu tapi belum coba sampai sekarang.. kalau di turun ke bawah gua monyet ambil ke arah dermaga perhubungan ada view terumbu yang tumbu di karang tinggi jadi cakep banget ukurannya juga besar-besar...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ia om... disitu.. yah menurut para nelayan sih aku org pertama yg dtg buat snorkling biasanya yang dtg cuma main2 di pantainya aja... mknya mreka juga heran pas aku bawa alat snorkling... hayuuk coba yg disana.. bagus loh

      Hapus
  2. Wah, mecah rekor donk mbak, orangpertama yang snorklinh disini,, :)
    mantap dah,,

    BalasHapus
  3. mantapp.. saya juga mau coba..

    BalasHapus