Rabu, 20 Agustus 2014

Ngabuburit - Gunung Semeru Saksi Pendakian Pertama, part 2


 Hari 3, 06 Juli 2014

_Kalimati_

Kalau di part 1, bangun pagi disambut tenangnya danau Ranu Kumbolo, kali ini aku bangun disambut gagahnya gunung Mahameru dari Kalimati.  Menyaksikan sentuhan sinar mentari pagi menyapa sang puncak gunung tertinggi di pulau Jawa. Walau aku tidak sampai puncak, namun dari Kalimati saja sudah berhasil menghipnotis dengan kecantikannya. 
Butiran embun yang masih setia menempel di tiap ujung daun dan rerumputan perlahan-lahan mencair saat cahaya mentari menyentuhnya.
Sungguh tenang dan nyaman, suara nyanyian burung-burung menggoda. Pucuk bunga-bunga edelweis yang mulai bermekaran menghiasai kecantikan sang Mahameru.



Good morning from Kalimati


Setelah puas menikmati pagi di Kalimati dan mengabadikan semua dalam memori hati dan memori kamera, ku kembali kedalam tenda dan mulai bersembunyi didalam SB. Angin mulai datang dan dinginnya pun semakin menusuk yah memang tidur kembali itu suatu surga tersendiri ho ho ho. Yah itung-itung sebelum packing dan kembali ke Ranu Kumbolo.


Our team
  
Jarank Pulank
Aku sudah disini :D

Perjalanan turun ke Ranu Kumbolo sedikit santai dari kemarin, dan lenih menikmati. Sepajang jalur banyak sekali yang kupikirkan dan memuji-muji ciptaan Tuhan yang satu ini. Masih belum nyangka pendakian pertama ku bisa sampai di Kalimati, itu sungguh menjadi kehormatan sendiri dan bener-bener terimakaih ke bang Rahmat. Kalau bukan karena racun dia mungkin sampai sekarang aku belum melangkahkan kaki ke gunung. :D

Tadi di Kalimati banyak sekali ku lihat porter-porter yang membawa sesajen-sesajen bahkan seekor kambing yang ditarik. Katanya sih mau dijadikan persembahan doa gunung 5 tahun sekali kalau gak salah yah :) Perjalanan turun kebawah pun kami berjumpa dengan seekor kerbau yang nantinya juga akan dibawa keatas. Kerbaunya di tarik dan didorong dari belakang sungguh pemandangan yang langka di gunung. 

Kerbau yang akan dijadikan persembahan


_Cemoro Kandang_

Ketiga temanku sudah didepan dan aku masih saja melangkahkan kaki dan menikmati semua yah itung-itung intopersi diri. Aku pikir mereka sudah sampai di Ranu Kumbolo ternyata masih menungguku dan beristirahat sejenak di Cemoro Kandang. Terlihat hamparan zona ungu dari sini dan walau berkabut tapi tetap terlihat cantik.


Nice spot buat istirahat

_Oro-oro Ombo_

Wellcome to zona purple
Selfie dulu di Oro-oro Ombo

Saat pergi ke Kalimati melewati jalur tengah-tengah zona ungu, kali ini aku lewat pinggir dan dari sini aku dapat melihar luasnya bunga Verbena yang bermekaran dan bunga-bunga edelweis di pinggir-pinggir jalur dari samping.
Wow, Ranu Kumbolo sepi banget, gak ada tenda dan benar-benar hening, sungguh beruntung sekali datang di saat bulan puasa dan memang untuk perdana seperti aku luar biasa cantiknya disaat sepi seperti ini.


_Tanjakan Cinta_

Bu Nang, bang Ronald dan bang Rahmat menikmati Ranum




Aku di puncak tanjakan cinta :) <3



Ranu Kumbolo yang sepi banget

Tuhan, kenapa begitu cantik danau di depan mataku ini walau dalam keadaan hujan dan kabut? Sungguh cantik sekali. Aaahhh bukan melebih-lebihkan tapi memang itu yang kurasa, cantik dan cantik he he he. Dan hal yang kami tunggu-tunggu adalah ngabuburit :D sambil menunggu buka puasa, kami semua sibuk dengan aktifitas masing-masing mempersiapkan menu untuk berbuka. Sepertinya berbuka kali ini benar-benar istimewa karena masih banyak bahan makanan yang belum habis, dan memang harus habis agar saat turun nanti beban pun tidak terlalu berat.


_Ranu Kumbolo_
 
Bu Nang dan bang Ronald sedang memanaskan gorengan.

Waktunya berbuka


Menu buka puasa 06072014

Berawal dari koktail blewah + nata de coco + nutrigel, berkenalan dan mendapatkan teman baru itu seru. Jarang saat di pantai-pantai bertemu orang baru dan menjadi akrab seperti saudara sendiri, namun dadaku merasa hangat karena terharu, di gunung kita bisa saling berkenalan bahkan langsung akrab. Tertawa, bercanda, berbagi bersama sungguh hal yang nantinya pasti akan aku rindukan. 

Setelah menu buka puasa koktail blewah + nata de coco  +nutrigel, buah, pisang goreng, bakwan, kurma, sambel tomat, kopi, teh, buah semangka, dan ikan tuna akan dilanjutkan lagi dengan menu selanjutnya. Danau Ranu Kumbolo perlahan mulai tidak terlihat digantikan dengan langit gelap dan taburan bintang bersamaan datangnya dingin yang juga ikutan menemani saat malam terakhir di gunung Semeru bersama teman-teman. Kami berenam memecahkan keheningan Ranum yang berada di dalam satu tenda sambil masak-masak. Bisa dibayangkan dong yah, tenda untuk 2 orang diisi 6 orang dan didalam tenda mempersiapkan bahan makanan yang siap untuk dimasak.

Menu selanjutnya : Kentang goreng keju, wedang jahe pandan panas, teh dempo pnas, kopi panas, susu panas, nasi, sambel tomat, kurma, bakwan teri, telur asin, lodeh terong, sosis bernardi goreng, daging asap bernardi goreng, sambel goreng kentang, telur orak arik, ote2...

Sebelum menjadi kentang goreng keju

Bang Ronald buat kentang goreng keju
Sosis dan ham goreng :p
Malam itu sungguh ramai, padahal orang-orangnya hanya itu-itu saja yang saling bertukar cerita dan memecahkan keheningan dengan tawa saling menggoda dan berbagi pengalaman. Bulan yang cerah dan taburan bintang memanggil ku untuk mengabadikan kebersamaan kami malam itu.




Malam sudah larut dan saatnya mengumpulkan tenaga untuk besok pagi turun ke Ranu Pani dan dilanjutkan ke Tumpang :)


Bertemu teman baru

Goodbye Ranu Kumbolo

Banyak hal pelajaran yang diberikan gunung padaku selama 3 malam gunung Semeru menemaniku. Pertanyaan-pertananyaan yang selalu terlintas dan belum terjawab sekarang semua dapat terjawab disini. Mencari arti kehidupan pun perlahan-lahan terjawab. Seperti susahnya mencapai sesutu di depan sana yang tidak perlah terlihat dan terbayangkan, namun aku tetap terus mengangkat kaki dan melangkahkannya maju kedepan, tidak tau rintangan apa yang akan menghadang namun kuterus tetap berjalan. Kesabaran dan ikhlas menjadi hal penting untuk aku tetap bertahan dan berjuang melangkah. Letih dan capek bahkan putus asa pun sudah datang berjalan bersamaku, namun semuanya itu terbayarkan saat apa yang kudapat di depan sana. Dan perjalananku kali ini mampu membuatku jatuh cinta pada gunung dan hal terpenting adalah "bukan sekedar puncak yang ditaklukan namun belajar menahan egoisme diri yang harus ditaklukan".

 
Danau Ranum yang teduh dan tenang

Alam yang masih terjaga

Cantik

Nb: Thank buat bang Rahmat, bu Nang, bang Ronald, 
mbak Dian, bang Udin telah menemani aku mengenal 
cantiknya gunung :) dan foto-fotonya.
***











6 komentar:

  1. view di kalimati itu indah sekali....sayang sekali waktu saya mampir ke sana tempohari, jalur pendakian ditutup kepada pendaki huhuhu

    *salam kenal dari Kuala Lumpur..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalimati memang indah kak. Next time pas datang ke Indonesia lagi kesana lagi :)

      Salam kenal juga

      Hapus
  2. Masih dalam rencana... *kalender ilang*

    BalasHapus
  3. mantap bnget nihh,,,, jadi kepingin juga.. :)

    BalasHapus