Senin, 23 November 2015

Awal Perjalanan Panjang

   Sebagai pengangguran yang mulai jenuh dengan perbincangan bersama orang rumah bahkan teman-teman juga ikut menambahi dengan topik yang sama, membuat aku benar-benar ingin mewujudkan impianku saat kuliah untuk solo travelling ke tempat yang belum pernah aku datangi bahkan mengenang kembali kenangan di tempat yang sama. 

Tapi apa daya, akibat pengangguran yang tidak punya penghasilan cuma bisa explore dekat-dekat rumah di Parongpong saja. Berkat teman jalan yang ingin  melihat Komodo dan pulau-pulau yang disekitarnya aku pun dengan baik hati membatu dia untuk menjadi travel planer dadakan ke pulau Komodo. Setelah itinerary dan budget disepakati mulai mencari mangsa untuk diracuni. Hahaha berhasil juga meracuni teman-teman yang sama di group whatsapp untuk pergi ke pulau Komodo.

Ingin ikut tapi gak ada uang, ah kenapa uang selalu menjadi hambatan untukku berjalan. Mulai putar otak, banting diri, jalan pakai tangan, bahkan melihat pakai mata kaki aku lakuin untuk bisa ikut dengan mereka. Sepertinya bintang jatuh mengabulkan doaku, fix aku bisa ikut.

Sudah mempersiapkan ini dan itu sampai H-14, kakiku tetiba gatal karena kepo ingin ikut mendaki dengan travelmate ke gunung Rinjani dan waktunya itu di H-7 Komodo aku langsung mengfixkan ikut ke gunung Rinjani, Lombok.

Hal ini juga kondisi yang sama. Kalau tidak sekarang kapan lagi untuk kesana, dan memang sudah waktunya berani mengambil keputusan untuk memulai perjalan tanpa uang dan hanya mermodal nekat dan kenalan-kenalan semasa kuliah ataupun dari teman-teman Backpacker Indonesia. :)

Tanggal 10 September 2015 aku pergi dari Bandung – Lombok. Dengan niat awal hanya jalan ke gunung Rinjani, sailing Komodo, dan overland Flores setelah itu aku pulang kembali ke Bandung kota kembang.

Dipertengahan jalan aku mengubah planing awalku yang akan pulang di akhir september untuk tetap berjalan sampai entah kapanpun itu baru aku pulang.
1 tahun. Ya, sempat terlintas di pikiranku untuk travelling explore Indonesia sendirian selama 1 tahun. Yah, mungkin selama dijalan akan berjuma dengan traveler yang lain yang sama tujuan yah kenapa tidak bisa jalan bereng.

Nekat. Itu kata yang tepat sekali untuk menggambarkan diriku saat ini. Ya akulah orang gila sebagai perempuan yang tidak punya uang untuk menikmati Indonesia dari Timur Indonesia sampai bagian Indonesia yang lain. Tidak ada tabungan, tidak ada pekerjaan, benar-benar nekat. Tetap semua tetap diawali dengan berdoa.

Ah, sepertinya sudah cukup tulisan tentang awal perjalananku kali ini:) semoga semua berhasil dan amin  amin amin :)



***

1 komentar:

  1. Memang butuh mental jadi orang gila untuk berani menjalani hal seperti ini dan lebih gila lagi kalau itu cewek yang menjalaninya.. pokoke salut bener untuk kegilaanmu dan aku dukung 200% untuk tetap gila...

    BalasHapus