Kamis, 06 Oktober 2016

Rinjani #2 “Saat kebodohan menjadi kekompakan yang luar biasa”

Rinjani team
Yang dikatakan orang-orang itu benar, rasa letih akan terbayar setibanya di puncak. Hal itu aku sarakan untuk pertama kali merasakan kebahagiaan yang mampu meneteskan airmata. Rasa sakit kaki, perut, kantuk dan lapar pun seperti hilang seketika saat kedua kaki ini berhasil membawa badanku pada ketinggian 3726 mdpl.


kegilaan aku dan Fariz
Tidur sejenak di hammock adalah hal yang paling bahagia setelah bersusah payah mendaki dan lebih susah lagi saat turun. Setiba di lokasi camp tidak ada makanan yang bisa membuat perut kenyang. Alhasil setelah masak, makan, dan mandi memanjakan tubuh bergelantungan di celah pohon. http://travelingwithtinae.blogspot.co.id/2016/10/rinjani-1.html ini link Rinjani #1. Jadi lebih baik baca dari #1 baru ke #2 biar ceritanya sedikit nyambung. Ya disambung-sambungin aja deh :)

Orang tua pernah bilang “jangan terlalu terlena nak, perjalanan masih panjang”. Kalau dibilang sudah segar dan siap untuk melanjutkan perjalanan turun ke danau rasanya bohong banget. Masih ingin bersantai di hammock dan masih belum terkumpul penuh tenaga ini. Namun semangat teman-teman team yang memunculkan untuk melanjutkan perjalanan.

Setidaknya aku dapat menikmati sunset 2 kali di Sembalun-Plawangan ini, kemarin dan hati itu hehehe. Setelah menikmati sunset dan teman-teman selesai sholat, kami melanjutkan perjalanan di jam 6 sore tanpa porter. Maka dari sini kami membawa dan bertanggung jawab dengan barang bawaan juga keselamatan satu team.

my 2snd sunset at Rinjani
Siap buat lanjut berjalan

Dari hasil kepo ke porter yang lain menanyakan berapa jam perjalanan turun dan mereka bilang hanya 3 jam. Oke aku tambahin 1 jam jadi 4 jam karena mereka sudah terbiasa naik turun di lokasi ini maka extra 1 jam itu untuk aku dan teman-teman yang baru pertama kali juga kesini. Terlihat dekat namun berjalan saat gelap memang membuat konsentrasi semakin besar.

Awal sih semangat 45 ditambah gugusan bintang menemani sungguh cantik. Ingin rasanya mengabadikan dengan kamera, tapi mata lebih serakah rupanya. Hanya ingin dinikmati dan diabadikan di memori otak dan hati. Tuhan memang sungguh luar biasa. Sungguh kagum dengan yang aku rasakan. Saat siang langit biru dan danau yang cantik bahkan awan pun berada di bawah kaki dan tiba malam langit hitam namun begitu bersinar dengan milkyway nya. 

Kondisi saat turun ini mesti lebih hati-hati, bisa-bisa kepeleset dan harus selalu bersama-sama di satu team. Saling bercerita, curhat dan tertawa mengisi malam yang sepi. Sudah 4 jam berjalan namun tanda-tanda letak danau pun belum terlihat. Teman-teman sudah mulai lelah dan ingin rasanya beristirahat. Mulai sedikit jiper saat aku mendengar suara yang entah dari mana asalnya namun teman-teman lain tidak ada yang mendengar. Okeh aku berpura-pura tidak ada masalah dan aku tetap berjalan di depan menyemangati mereka dan lebih tepatnya diri sendiri sambil bilang “ yuk dikit lagi. Gak ada apa-apa kok” :D Kami saling menyemangati hingga tiba juga di tepi danau pukul 12.00 am. Wow 6 jam berjalan di malam hari.

Udara semakin dingin dan ingin rasanya menghangatkan tubuh dengan air panas dan tidur yang nyaman. Memang ada  hot spring didekat sini, ingin kesana tapi sudah tidak sanggup lagi biarlah dengan minum air panas dan makan malam yang dimasak menjadi penghangat tubuh.
Salah satu dari kami mulai kedinginan, entahlah dia terlihat pucat dan dia memang bilang sakit. Maka yang tadinya mau menyelip di tenda yang isinya 2 orang maka aku mesti stay di tenda yang isi 2 orang. Badannya lemas dan dingin, mulai parno jangan sampai hypo. Saat ku Tanya masih aman? Dia Cuma bilang “aku lapar” oke ini artinya dia kelaparan hahaha.

Oh iya, aku belum mengenalkan personil Rinjani team –nya aku. Kalau aku jabarin dari paling tua hingga paling muda bisa-bisa tulisanku penuh dengan biodata diri mereka. Nah mereka ini adalah pak Bagus, pak Pur, Fariz, pak Woko, pak Wahid, Riza, dan aku. Ini panggil pak bukan karena mereka sudah tua hanya biasa di panggil seperti itu. Tapi untuk pak yang mata sipit sih sepertinya memang sudah Tua hehehe (pis :p)

Malam ini tubuhku sudah mulai terbiasa dengan dinginnya gunung. Tidur pun rasanya nyenyak. Terbangun dipagi hari karena kebelet pingin pipis :D ups. Di tetangga sebelah ada yang sedang menghangatkan tubuh di bara dan menikmati kopi (dari aromanya sih sepertinya kopi) saat ditawari aku menolak. Bukan sok jaim atau apa, hanya  aku tidak minum kopi. Eh pas ditawari teh jahe cus deh langsung bilang iya.


Menikmati teh panas di tepi danau

Mentari mulai naik dan saat aku melihat ke puncak, 24 jam yang lalu aku disana dan sekarang aku disini dengan view yang tidak kalah cantik. Perpaduan gunung dan danau. Beberapa ada yang sedang memancing, dan wah didanau ini banyak ikan. Entah siapa orang yang pertama membawa sepasang ikan dan melepaskannya. Karena ini adalah danau dari hasil letusan gunung berapi. Dan gunung Rinjani masih aktif.


Hasil pancingan tetangga :D
Kebersamaan kami semakin kompak saat sebagian mengambil air untuk minum dan sebagian memasak. Kebodohan kami pun mulai terlihat. Beberapa tenda sudah mulai dibongkar dan mereka kembali melanjutkan perjalanan naik ke Sembalun-Plawangan atau naik ke Senaru-Plawangan. Tenda kami dan beberapa yang lain masih setia di pinggir danau.

Masak dulu 
Add caption



Kali ini perut dimanjakan dengan makanan-makan yang sehat juga bikin kenyang. Memang sengaja tidak membawa piring yang banyak karena untuk menghemat air dan saat makan di 1 tempat membuat kebersamaan semakin mesra. Sifat asli teman jalan semakin terlihat saat makan. Siapa yang sudah mengincar ini dan itu, kemudian siapa yang makan cepat-cepat karena kelaparan atau memang suka makan :D momen makan di danau ini masih teringat segar di ingatanku. Bagaimana tidak terjadi perang mata antara pak Woko dan pak Bagus Hahaha. Setelah makan kami ke air panas untuk merenggangkan otot. Di siang hari berendam di air panas sungguh luar biasa. Setelah itu muka mulai belang-belang karena panas. Terutama hidung terbakar.

Siap untuk membakar kulit :)
Walau panas matahari tetap berendam di air panas

Packing. Salah satu hal bikin gereget. Karena hasil packing yang kesekian kali akan sangat berbeda rasanya dengan packing yang pertama. Entah kenapa packing kali ini semakin banyak saja dan berat. Berat, karena badan sudah nyaman dan ingin tidur harus tetap semangat untuk kembali pulang.

Mendengar beberapa teman pendaki mereka kembali melewati jalur baru dan hanya 4 jam saja tiba di Sembalun. Aku mulai merasa ragu benar tidaknya 4 jam karena kemarin 3 jam dan nyata yang aku lalui adalah 6 jam. Entah bagaimana kami sepakat untuk lewat jalur itu juga, tapi 1 pun tidak ada yang tahu jalur itu. Fariz, satu-satunya orang yang sudah pernah kesini dan dia hanya tahu jalur lewat Senaru atau Sembalun. Sayangnya kami sadar akan kebohohan kami untuk pulang melewati Senaru setelah bahan makanan dihabiskan di danau :(

Hanya mie instan dan air untuk minum yang tersisa. Gas juga sudah mulai menipis. Jam 4 sore kami mulai berjalan melewati pinggiran danau hingga perlahan mendaki ke Senaru-Plawangan. Kami tidak berjumpa dengan para pendaki yang yang naik ataupun turun. Ini adalah perjalanan malam yang ke 4 selama mendaki gunung Rinjani. Berhentilah kami di aku sendiri tidak tahu nama tempat itu. Ada 1 team yang sudah membuka tenda tanda mereka akan bermalam disana, dan akan melanjutkan perjalanan besok pagi. Rasa lapar mulai menuntut kembali. Namun kami hanya makan mie instan dan gas pun rupanya sudah mau habis L. Bersyukur porter dari tenda tetangga memberikan nasi, jadi tenaga mulai terisi. Aku sudah punya firasat gak enak nih. Pasti ada yang hal-hal yang mulai kita akan debatkan nanti nya.

Benar sekali, sudah mulai lelah dan kantuk. Argument kecil pun mulai terdengar antara buka tenda atau lanjut berjalan. Sedangkan sudah pukul 12.00 am kami tiba di Senaru-Plawangan. Menginat ini dan itu juga pertimbangan ini dan itu, keputusan akhir kami adalah kembali nekat. Entahlah ini nekat atau bodoh melanjutkan perjalan turun ke Senaru melewati hutan Senaru di tengah malam.

***

Bersambung…
Nb: Terimakasih buat teman-teman beberapa foto aku comot :D 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar