Rabu, 26 Oktober 2016

Wish list tidur di Bandara

Kalau setiap tourist punya wish list buat tidur di hotel yang kece dari pemandangan dan semuanya aku punya wish list tidur ngemper di bandara hehe karena aku bukan tourist. Akhirnya wishlist ku terjadi di bandara Ngurah Rai Bali. Setelah penerbangan dari Lombok dan ingin melanjutkan penerbangan ke Labuan Bajo, Flores, Nusa Tenggara Timur di penerbangan pertama besok paginya maka aku mulai mencari posisi enak untuk meletakan ransel dan bobo cantik.

Ingin menitipkan barang di bandara dan pergi ke luar hitung-hitung bisa liat pantai yang terkenal itu di Bali, tapi biaya penitipan itu Rp 50.000,- / tas. wow aku dan teman-teman ada banyak tas jatuhnya banyak banget nih. Oke niat itu dibatalkan demi menghemat uang.

Menunggu sisa team Komodo yang dari Jakarta duduk bercerita dengan teman-teman. Selalu ada bahan untuk diceritakan dan sepertinya stoknya unlimited banget. Cerita ngawur ngidul sampe gak sadar lagi mata sudah tertutup dan ingin bobo cantik dan mimpi yang cantik juga. Karena aku memang sudah cantik.

Aku sudah memimpikan berdansa dengan komodo tapi dibawah alam sadar aku mendengar suara yang khas sekali. Suara bang Ibeng si kacamata. Entah drama apa lagi yang tercipta namun aku merasa tenang karena semua personil untuk trip Komodo hampir komplit, ya karena ada 2 orang lagi yang akan berjumpa di bandara Komodo besok pagi. 

Apalah daya ku yang seorang pengangguran ini hanya bisa membawa teman-temanku berbagi dan menciptakan pengalaman bersama di pulau Flores dan aku menjadi tour guide Flores mereka selama mereka bosan atau memang diharuskan kembali ke pekerjaan di ibu kota sana.

Tidur ngemper di bandara itu tidak seseram orang-orang lain katakan. Dingin karena ada ac dan merasa aman karena ada cctv dan petugas yang selalu mondar mandir buat ngecek. Akan lebih nyaman bila bersama teman-teman perjalanan. 

Jadi tidur di bandara masuk ke wish list mu atau gak???


***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar