Rabu, 25 Januari 2017

Kain Tenun Ikat di Desa Bena


Desa Bena, Bajawa, Flores
Dapat pinjaman sepeda motor aku memutuskan untuk pergi berjalan ke desa Bena lagi. Udara yang sejuk menemani perjalanan ini. Tiba di desa Bena hal biasa yang aku lakukan adalah mengisi buku tamu dan kali ini aku tidak bersama teman-temanku melainkan sendirian. Lebih banyak waktu yang aku habisakan disini untuk duduk menikmati pemandangan gunung Inerie yang gagah dan rumah-rumah adat secara bersamaan. 
 
Mama Maria dan benang ikat


Disini aku duduk disalah satu rumah dan disambut hangat oleh mama Maria. Mama maria sedang menenun kain dan menjadi teman ngobrol ku.


Mama-mama di desa Bena ini nembuat 2 jenis kain tenun, yaitu kain tenun dan kain tenun ikat. 
Kain tenun adalah benang yang mereka pintal dari kapas kemudian benang-benang tersebut di masak dengan obat pewarna alami/kimia dan selanjutnya di tenun dengan alat. 

Kain tenun desa Bena
Sedangkan kain tenun ikat adalah kapas yang dipintal menjadi benang kemudian benang-benang itu digabung dan diikat dibeberapa tempat tertentu untuk membuat motif. Setelah itu diikat dan dimasak dengan obat pewarna kimia/alami. Setelah kering, tali-tali dilepas dan akan menghasilkan motif seperti kuda, ayam, anting, dan kemudian benang tersebut ditenun dengan alat mengikuti motif. 

Mama sedang menenun tenun ikat

Menutur mama Maria, untuk membuat 1 kain tenun ikat membutuhkan waktu kurang lebih 3 bulan. Lama juga ya, sesuailah dengan harga yang diberikan untuk sebuah kain tenun ikat.

Nah untuk desa Bena nya sendiri aku sudah pernah ulas tentang di postingan tahun 2013 lalu. Lama juga ya hehehe.  https://travelingwithtinae.blogspot.co.id/2013/07/trip-to-bena-village-ngada-flores-island.html 

Tengkorak hewan dan kain tenun

Tanduk kerbau
Nah selain kain tenun ikatnya yang terkenal, desa Bena juga terkenal dengan tanduk kerbau atau rahang-rahang hewan hasil buruan. Bisa dibilang ini menandakan status sosial seseorang. Semakin banyak tengkorak yang digantung semakin kayalah.

Karena berjalan sendiri andalan untuk bisa foto sendiri selain selfie ya menggunakan timer kamera. 

Jump alone
Me time

Walau sudah berkali-kali kesini tidakan akan merasa bosan karena diri sendiri mencipkan keseruan sendiri untuk menikmati semua tempat.

#KelilingIndonesiaLowbudget

***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar