Minggu, 19 Februari 2017

5 Hari Explore Bali dengan 6 Destinasi

Bali. Akan menjadi tempat pertama ku untuk melanjutkan jalan kembali setelah hampir 2 bulan tidak berjalan karena alasan ini dan itu. Diperjalanan panjang kedua ku ini aku mengubah hastag di instagram #KelilingIndonesiaLowBudget dari #KelilingIndonesiaNoBudget. Hahaha ya perjalanan panjangku yang pertama tanpa modal uang sama sekali, dan kali ini saku celana mulai terisi uang receh dan berharap akan terganti dengan uang kertas hahaha.

Bukan kali pertama ke Bali dan bukan untuk transit seperti biasa yang hanya beberapa jam di bandara. Kali ini aku mau mengexplore sebagian kecil dari Bali. Bukan pantai yang terkenal dengan sufr nya atau pantai yang underwaternya bagus bahkan bar yang menyediakan hiburan di malam hari. Bukan itu. Tapi ingin explore pura dan air terjunnya. Berharap cuaca mendukung karena kedatangku kali ini di bulan Februari.


Sebenarnya tujuan awal adalah mengunjungi sahabat jaman kuliah dulu yang sekatang stay di Bali, namun kaki ini tetap gatal untuk berjalan. Maka aku menggunakan applikasi Couchsurfing untuk mencari teman jalan yang sama tanggal lagi di Bali dan belum punya planing mau explore apa di Bali. Berjumpalah aku dengan mas Mirza dan Lei  dari Filipin, teman cs.

Tidak banyak tempat yang didatangi karena lagi musim hujan, dan jelas air terjun debit airnya kencang tapi warna airnya akan sama dengan susu coklat, jadi untuk airterjun aku skip.

Ini beberapa tempat yang aku datangi bersama kedua teman baruku:

1. Hidden Canyon
Hidden canyon ini adalah destinasi baru di awal tahun 2015 dan bisa menjadi alternatif lain yang bisa dikunjungi selain pantai-pantai di Bali. Lokasi nya berada di desa Gawung, patokannya sebelum pasar seni Gawung. Setibanya di parkiran sudah ada pos untuk mengisi buku tamu dengan membayar seikhlasnya . Baru 5 bulan tempat ini dibuka untuk umum dan pemuda desa Guwonglah yang mengurus (maka tidak ada tarif pasti untuk masuk). Sambil menunggu kedua teman yang belum datang aku duduk bercerita bersama ibu-ibu yang berjualan dan nanya ini-itu. Cuaca kemarin bagus tidak ya? Hujan tidak ya? Pertanyaan-pertanyaan itu beranak cucu hingga temanku datang juga.



Kami menggunakan guide lokal dan ini aku anjurin mesti pakai (mengingat pengalaman ku saat kesini). Mulai menyusuri jalan yang kecil dan licin. Menyebrangi sungai dan ya tibalah di hidden canyon –nya Bali. Ada 3 canyon disini, Canyon pertama berjarak kurang lebih 200m dari pos masuk. Tapi bisa 30 menit menit tiba di canyon pertama karena jalannya yang licin dan mesti hati-hati. Datang dimusim penghujan seperti bulan 2, volume sungai naik dan mau tidak mau menyebrangi sungai dan basahlah saya.


Tiba-tiba hujan datang dan kami masih di area Canyon, tidak ada tempat berteduh selain dibawah batu. Lumayan lama juga di sana hingga air sungai terus naik dan hujan tidak sederas sebelumnya. Tidak bisa melanjutkan ke canyong ke dua karena air terlalu tinggi, dari pada tenggelam maka guide membawa kami keluar dari canyon melalui jalur pintas dan melanjutkan ke canyon 2 dan 3 dengan motor.


Tiba di canyong ketiga tetap tidak bisa ke canyon dua karena terlalu beresiko bila melewati air sungai yang kencang ini.  Akibat pakaian yang dibadan sudah basah dan tidak ada membawa baju ganti maka perjalanan hari ini cukup 1 destinasi.

2. Monkey forest, Ubud
Kalau dengar kata Ubud pasti sudah terbayang dengan sawah-sawah padi, yoga dan monkey forest. Dengan sepeda motor kami bertiga menempuh 40 menit perjalanan dari Sanur-Denpasar.



Tempat ini sudah disucikan oleh masyarakat setempat, jadi akan ada beberapa tempat yang tidak bisa sembarangan masuk. Kera-kera disini baik kok selama kita tidak mengganggu mereka. Beruntung kami datang di hari kerja jadi tidak terlalu banyak pengunjung jadi masih bisa menikmati.

3. Pura Tirta Empul
Pura yang terkenal dengan air suci yang dipercaya umat hindu bila kita mandi atau membasuh diri dibawah air mancur dan sambil berdoa dengan tulus juga percaya maka apa yang diminta akan terwujud. Mari kita coba, semoga aku hmmm apa ya? Hehe tinggal tunggu hasil nya.



Ada 13 pancuran namun hanya 10 pancuran saja yang bisa dimandikan. Dari setiap pancuran ini memiliki makna masing-masing. Untuk membasuh diri ini ternyata mesti antri. Untuk pengunjung perempuan dan laki-laki diwajibkan memakai sarong yang sudah ditetapkan bila ingin masuk ke kolam. Biaya untuk sewa sarong Rp 10.000,- dan biaya untuk masuk ke pura Tirta Empul adalah Rp 15.000,- / pengunjung.

4. Pura Ulun Danu
Pura ini berada di danau Batur, Kintamani. Aku tidak akan melupakan perjalanan menuju ke pura ini. Jatuh dari motor karena hujan dan cendramata pun membekas di kedua lutut. Sempat bertanya dalam hati benar tidak ini jalan menuju pura? Karena kondisi jalan yang rusak. Sedikit kecewa karena pura yang kita datangi ini seperti tidak terawat, bukan hanya pura namun disekitar pura pun ada beberapa bangunan yang sudah rusak. 



Untuk secara keseluruhan aku suka pura ini, cantik sepi dan merasa tenang ditambah berada di pinggir danau Batur.  Disini aku berjumpa dengan 2 pejalan juga yang hampir sama “nyasar” tiba di pura ini yaitu Steve dan Kevin.

5. Pura Batur
Bersama dengan teman baru  yang berjumpa di pura Ulun Danu, kami melanjutkan perjalanan melewati kabut tebal dengan rintikan hujan serta jalan yang licin. Walau terasa dingin karena aku lupa pakai jaket dan hanya pakai rok ditambah masih nyeri habis jatuh dari motor, tetap semangat.



Tiket masuk pura Batur Rp 35.000,- /  pengunjung sudah termasuk dengan welcome drink (jus buah terong belanda). Sama seperti di pura Tirta Empul semua orang yang mau bersembahyang atau hanya mau lihat-lihat (seperti kami) mesti memakai sarong dan selendang yang diikat dipinggang. Bila tidak membawa sarong bisa sewa dari ibu-ibu yang ada disana. Harga untuk sewa yah ngobrollah dengan si ibu buat dapat harga yang bagus. Jadi sudah bisa kebayang kalau berkunjung ke Bali dan niat untuk wisata pura mesti bawa kain ya :D

Di parkiran pura inilah kita semua berpencar mengambil jalan masing-masing. Aku, Kevin dan Steve satu arah ke Denpasar sedangkan mas Mirza dan Lei kembali ke penginapan mereka.

6. Sanur
Sebenarnya tidak ada niat untuk pergi ke sanur menikmati sunrise, namun di malam terakhir sebelum aku meninggalkan Bali aku berjumpa dengan seorang teman (manta tamu di Komodo). Bercerita dari seluruh penjuru arah mata angin hingga kita tidak tahu mau lanjut kemana lagi di malam hari. Masuk ke mini market hingga ke pusat oleh-oleh 24 jam dan berakhir di circle K sambil menunggu jam-jam mentari muncul. Dan tara... akhirnya menikmati sunrise. Memang sang mentari tidak muncul dari balik jauhnya lautan tapi masih cantik dengan warnanya yang luarbiasa sexy.



Sedikit mengantuk dan mesti tetap melanjutkan perjalanan ke Timur. Sudah 3 hari di Bali dan waktunya melanjutkan perjalanan ke pulau Sumba. Selama berjalan sendiri tidak akan merakasan sendiri, karena akan selalu berjumpa dengan teman sesama pejalan dan perjalanan itu semakin seru #KelilingIndonesiaLowBudget


***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar