Minggu, 05 Februari 2017

Bernostalgia di Pulau Semau #1

06 desember 2015, setelah perjalanan ku di Alor aku kembali lagi ke kota Kupang, kota dimana aku menghabiskan 6 tahunku untuk mendapatkan gelar sarjana teknik. Dan kota yang membuat aku berjalan sendiri untuk mengexplore cantiknya Nusa Tenggara Timur. Kembali kesini seperti sedang reuni atau bisa bilang bernostalgia. Ketemu sahabat-sahabatku dimasa Kuliah dan masih berlanjut hingga saat ini. Dan pulau yang benar aku rindukan adalah pulau Semau.

Butuh waktu sekitar 25 menit dari pelabuhan Tenau menuju pulau Semau.  Pulau yang dulu menjadi tempat aku menghabiskan weekend bila urusan skripsi tidak kunjung ada titik temu penyelesaiannya kini aku kembali lagi. Niat awal aku pergi sendirian teryata teman-teman dari gereja dan teman pejalan juga ada yang ingin ikut ke pulau tepat di depan kota Kupang.

Berjumpalah dengan guide yang selalu mengantarkan aku di pulau Semau, kak Eman. Kami langsung melanjutkan perjalanan dengan tujuan utama adalah bukit Liman. Ya, dulu tempat ini tidak seterkenal sekarang, ya sedikit kecewa juga dulu saat kuliah aku sering tulis tentang pulau semau dan pantai-pantai nya disini #1 #2 #3 #4 hingga sekarang hampir setiap weekend selalu ada yang datang.

Dalam perjalanan, seorang teman jatuh dari motor karena tiba-tiba motor yang dia bawa rusak. Oke, kita akali bagaimana caranya hingga motor itu bisa dibawa dengan nyaman.


Akhirnya kembali ke pulau Semau

Sebelum jatuh dari motor
Jadi teringat dulu, pantai ini masih tetap cantik dan bersih juga sepi. Walau hanya melihat dari kejauhan sudah berhasil membuat hati tenang.

Laomi, Prita, Echi, dan Tinae 

Bukit Liman. Setelah melewati jalan yang jelek dengan susah payah karena melewati pasir yang halus tiba juga disini setelah 4 jam perjalanan, yang seharusnya hanya 2 jam saja, di atas motor dari pelabuhan Onanbatu ke bulit Liman.


Santgai dulu sebelum ke puncak bukit Liman
Here we are
Puncak bukit Liman
Motor yang tangguh
Diatas bukit liman tidak ada pohon dan jelas sekali panasnya luar biasa. Kami memutuskan untuk turun kebawah dan ke sisi pantai yang lain sambil bersantai menikmati makan siang yang kami bawa dari Kupang. Masih seperti dulu, mesti bawa makan dan minuman dari Kupang, karena tidak ada rumah makan disini. Jadi dari pada tidak bisa menikmati karena kelaparan mending bawa bekal. Itung-itung piknik hehe.

Prita time
The beach
Santai kayak dipantai. Setelah sekian lama akhirnya bisa kembali lagi kesini. Yah, beberapa hari lagi akan balik lagi kesini dengan teman pejalan juga yang kebetulan ingin kepulau Semau. Sebelum terlalu sore kami memutuskan untuk kembali pulang dan memakan waktu hanya 2 jam saja.


***

1 komentar:

  1. Bisa minta kontak Kak Eman guide di Pulau semau ? Makasihh

    BalasHapus