Minggu, 19 Februari 2017

Menutup 2015 dan Membuka 2016 di Gili Air dan Gili Trawangan

Moment menyambut tahun baru ini selalu berhasil menyentuh hatiku yang memang sendirian sih, bawaannya jadi baper. Selama kuliah selalu di kota Kupang menyambut tahun baru, tapi kali ini aku memilih hal yang aku sadari akan aku sesali nantinya. Tahun baru di Gili Trawangan. Pulau kecil di Nusa Tenggara Barat yang terkenal dengan kehidupan party nya :D

Dari Labuan Bajo aku menumpang kapal Feri ke Sape, bukan hanya sampai disana, salah satu crew ASDP membantuku mencari tumpangan sampai Lombok. Yah kalau ada yang sampe Bali sih lebih bagus lagi, karena sudah mau tutup tahun jadi agak sedikit susah untuk mencari tumpangan ke Bali.

Selama 3 hari 2 malam perjalanan keberuntungan masih berpihak padaku. Berjumpa supir truk yang baik dan mendapatkan pengalaman dalam perjalanan pajang ini. 

Pukul 3 pagi tiba di Mataram dan dari sinilah aku berjalan lagi melanjutkan ke Gili Air. Hampir 10 hari di Gili Air dan tidak banyak yang aku lakuin selain santai membaca di hammock seharian, bersepeda keliling pulau, menikmati sunset dengan beer dingin hingga hangout bareng teman-teman setelah mereka selesai kerja, dan selalu berulang. 



Gili air ini terkenal sebagai pulau romantis atau pulau bulan madu, karena hampir pengunjung yang datang kesini adalah bersama pasangan mereka. Alhasil semakin baperlah aku hahaha. Tapi tidak sebaper itu sih karena selama di Gili Air aku benar-benar menikmati kesendirianku. Rasanya perjalanan yang panjang ini mulai masuk ke fase galau, lanjut jalan atau libur dulu jalannya.

Tibalah di hari untuk berganti hari dari 2015 ke 2016, aku memutuskan untuk pergi ke Gili Trawangan untuk melihat langsung keseruan atau kebosanan yang akan aku rasakan disana. Dulu tahun 2013 aku ke Gili Trawangan dan merasakan itu bukan Tinae, karena kehidupan party-nya yang setiap malam. 

Karena telat ikut kapal dari Gili Air ke Gili Trawangan maka aku memilih untuk ke pelabuah Bangsal dulu. Wow tiba di pelabuhan orang-orang sudah antri untuk membeli tiket kapal dan entahlah banyak sekali. Aku sudah merasakan kecewa dan tidak nyaman tapi entahlah rasa keingintahuanku lebih besar dari rasa kecewa dan aku tetap melanjutkan perjalanan.

Nah teman perjalanan di Sumba kemarin ternyata lagi di Gili Trawangan juga maka aku berjumpa kembali dengan dia, Ahmad Hasanela. Kita sewa sepeda untuk mengejar sunset terakhir di tahun 2015. Sunsetnya memang luar biasa keren sekali dan terimakasih sudah bersamaku di tahun 2015 dan semoga kita tetap bersama di tahun 2016 sang mentari.

Setelah menikmati sunset, aku berpisah dengan Ahmad Hasanela karena aku memang ingin menguji rasa kecewaku sampai dimana. Hiruk pikuk di setiap jalan dan gang bahkan pantaipun penuh dengan orang-orang. 

Duduk di salah satu bar reagee dan menikmati beer dingin sambil menunggu  langit malam penuh dengan cahaya kembang api. Ah ternyata berjumba dengan teman baru, mereka teman pejalan yang sedang berjalan sendiri juga dan berjumpa di bar ini. 

5... 4... 2... 1... HAPPY NEW YEAR dalam sekejap suara musik berhenti terganti dengan ledakan kembang api dan inilah salah satu alasanku datang ke Gili Trawangan. Melihat cantiknya langit Gili Meno, Gili Air, pulau Lombok dan Gili Trawangan. Ini pertama ku melihat banyaknya kebang api di langit dari beberapa pulau :D
Terlihat norak yah datang ke Gili Trawangan untuk melihat kembang api tahun baru. Karena aku tidak ada uang dan tidak mau mengeluarkan uang untuk membeli kembang api. Lebih baik menikmati kembang api dari orang-orang di pulau.


Hingga pagi bertukar cerita di pantai hingga matahari pertama di tahun 2016 tersenyum dengan hangat. Sudah waktunya kembali ke Gili Air dan melanjutkan tidur di hammock hingga sunset pertama du tahun 2016.


Sudah cukup aku melewati malam tahun baru di Gili Trawangan dengan hati yang penuh dengan cara kecewa terhadap diri sendiri "kenapa aku pilih Gili Tawangan?" hehehe mungkin tahun depan aku akan di Gili Air. Ah rupanya sudah 10 hari aku disini dan aku memilih untuk libur dari berjalan.


Makasih untuk keluarga baru di Gili Air, Mexico Kitchen.


***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar