Rabu, 28 Juni 2017

Hitchhiking Sumba - Labuan Bajo, 2016

Memulai perjalanan dengan tujuan yang sama dengan waktu yang berbeda tetap menciptakan sebuah cerita yang berbeda. Kembali ke Labuan Bajo untuk membawa tamu private dari Eastrip, aku kembali mencoba keberuntunganku dengan hitchhike naik fery dan berhasil lagi, crew kapal dan kapten kapal masih mengingat muka dan namaku. 

Bye Sumba, Waikelo

Bila aku berlama-lama di Sumba aku akan semakin berat untuk melangkahkan kaki melanjutkan perjalanan sendiri mengexplore Indonesia Timur. Pelabuhan Waikelo ini memang tidak sebesar pelabuhan-pelabuhan di Bali atau Surabaya tapi pantai pasir putih, air jernih sudah berhasil menjadi daya tarik pelabuhan ini sendiri.

Lokasi tidur dan menikati perjalanan
Akan membutuhkan waktu kurang berjam-jam untuk tiba di Labuan Bajo, tapi itu tidak akan terasa lama karena ada crew kapal hingga kapten kapal untuk menjadi teman ceritaku. Bahkan kalau aku mengantuk tinggal gantung hammock di tempat favotire ku, dan melanjutkan tidur siang dan malam disana. 

Tiba di pelabunan Sape, matahari malu untuk terbenam maka hanya menikmati after sunset, langit yang merona malu. Selama 7 jam aku akan menunggu keberangkatan kapal menuju pelabuhan Labuan Bajo dan tidak tahu mau ngapain. Di hp tidak ada game, tidak ada movie baru atau drama Korea hahaha. Jadi mesti cari aktifitas yang mengubah rasa bosan menjadi rasa seru.

Pelabuhan Sape saat senja
Aku duduk bercerita dengan kapten dan crew, makan siang bersama mereka, nonton movie di ruang TV, lihat lumba-lumba melompat dengan teropong pinjaman kapten, sampai tidur siang di hammock. Perjalanan yang asik, seakan sedang piknik dikapal rasanya :D.

Ingin tidur tapi mata berat sekali untuk di tutup. Mau ke ruang TV malas sekali dan tidak tertarik untuk nonton. Ya sambil berayun di hammock aku memainkan play list musikku, mendengar suara ombak dan mesin, memandang ke langit penuh dengan bintang-bintang. Ah, indah sekali hidup ini. Tidak ada uang, pekerjaan, jauh dari keluarga dan masih bisa menikmati hidup yang nyaman seperti ini benar-benar hidup yang indah, tidak ada pikiran. 

Mencoba tidur di Hammock
Hampir 18 jam perjalanan kapal dari Sumba ke Labuan Bajo. Kali ini lebih cepat ketimbang yang sebelumnya 21 jam perjalanan. Karena tiba di Labuan Bajo masih gelap, lanjut tidur lah dan saat matahari terang waktunya turun dari kapal dan mencari tempat untuk lanjut tidur di Labuan Bajo.

Pelabuhan Labuan bajo saat gelap
Perjalanan yang cukup panjang dengan pengamana yang hampir sama. Waktunya lanjut tidur dan saat bangun menikmati kembali Labuan Bajo.
#KelilingIndonesiaLowBudget

***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar