Kamis, 30 November 2017

Sunrise di Danau 3 Warna Kelimutu, 2016

Danau Kelimutu
Danau vulkano yang bisa berubah warna. Bisa dibilang ini bukan danau tapi ini kawah, karena kita tidak bisa lompat ke danau seperti danau vulkano yang ada di Sumatra Utara. Tiga kawah dengan warna yang berbeda dan diwaktu yang tidak bisa diprediksi warna kawah berubah. Tempat ini adalah salah satu taman nasional yang ada di Flores, Nusa Tenggara Timur. Menikmati matahari terbit dari puncak gunung Kelimutu menjadi tujuan utama turis lokal ataupun mancanegara. Tunggu, aku bukan turis ya, aku petualang hahaha. Kali ini aku kembali lagi ke danau untuk melihat sunrise. Tidak akan pernah bosan untuk datang kesini karena akan selalu punya cerita yang berbeda.

Alaram belum berbunyi namun mata sudah terbangun dari tidur dan waktunya bersiap untuk ke danau Kelimutu. Ini masih pagi sekali, pukul 4.00 pagi. Jam-jam nya untuk tidur nyenyak. Udara dingin membuat ku ingin tetap sembunyi di balik selimut. 

Wida pun masih diantara sadar tidak sadar karena harus bangun. Ini kali pertama dia datang ke danau Kelimutu dan semoga menjadi pengalaman yang luar  biasa untuk dia. Kalau tamu-tamu hotel yang lain pergi ke danau dengan mobil, aku dan Wida memilih dengan sepeda motor karena lebih murah biayanya untuk kami.

Udara ini memang benar-benar dingin dan masuk ke sum-sum tulang. Untung aku sebagai penumpang dan pakai jas hujan agar tetap hangat. 30 menit membelah jalanan yang sempit dan berbelok di tengah hutan akhirnya tiba di parkiran motor kelimutu dan langit masih gelap.

Menaiki anak tangga satu-persatu hingga habis membawa kaki ini tiba di puncak dan sudah banyak turis asing disana menanti matahari terbit sambil menikmati hangatnya teh ataupun kopi.

Hanya aku dan Wida pengunjung Indonesia di hari itu. Jadi merasa bukan berada di Indonesia hahaha. Ini kali pertama untuk ku di tahun 2016 ke danau Kelimutu.


Sang mentari perlahan muncul dari balik danau. Warna keemasan memenuhi sekitar dan berganti menjadi terang. Langit yang gelap dalam sekejap menjadi terang dan warna danau Kelimutu mulai terlihat. 


Terakhir aku datang di bulan Desember 2015, danaunya berwarna hijau susu, hijau lumut. Sekarang hijau muda dan coklat tua (coke). Kali ini warnanya sama seperti pertama kali aku datang tahun 2012.
 


Memanfaatkan momen ini untuk menikmati ciptaan-Nya yang luar biasa cantik dan beryukur masih bisa kesini lagi. Berharap nanti akan kesini lagi (segera) hahaha.

Aku dan Wida :)

Waktunya kembali ke penginapan dan melanjutkan perjalanan ke Ende dengan bis. Sebelum aku melanjutkan melangkah ke utara Flores, Riung dan Wida kembali lagi ke Larantuka melanjutkan tugas di pulau Solor. 

Perjalanan ku dengan Wida ini tidak pernah kami rencanakan, semua spontanitas karena dia sedang off dan aku membawa dia menikmati ini semua dengan hitchhiking dari Maumere ke Moni. Semoga berjumpa lagi dan kita explore tempat baru :)

***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar